Mengapa Perusahaan Perlu Memberikan Pelatihan Keuangan Untuk Karyawan?

364115_1-Persiapan-Dana-Pensiunpelatihan persiapan pensiun – DALAM praktik, banyak manajemen perusahaan yang tidak memperhatikan cara karyawan mengurus keuangan rumah tangganya. Manajemen beranggapan keuangan individu karyawan adalah masalahnya sendiriFakta membuktikan, karyawan yang sedang memiliki masalah keuangan (baca: terlilit utang, kesulitan membayar uang sekolah anak), biasanya: Produktivitas kerja menurun, karena beban pikiran; Kemungkinan melakukan fraud atau kecurangan akan semakin besar; Cenderung akan mencari pekerjaan tambahan dan tidak fokus pada pekerjaan utama. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PwC (PricewaterhouseCooper) di tahun 2017, ternyata ditemukan bahwa: 50% karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan tidak memiliki dana darurat untuk biaya tak terduga. 29% karyawan yang bekerja tidak dapat memenuhi pengeluaran bulanannya, sehingga harus berutang. 29% karyawan yang bekerja tidak siap untuk memasuki masa pensiun mereka, sehingga harus bekerja kembali.

17% dari karyawan yang bekerja tidak dapat membayar utangnya dan mulai terlilit utang. Hampir 50% dari karyawan tersebut secara konsisten menggunakan kartu kredit untuk berutang dan hanya membayar minimum payment. Lebih dari 40% dari karyawan tersebut menghabiskan waktu 3 jam atau lebih di waktu kerja mereka untuk memikirkan atau menyelesaikan masalah keuangan mereka.

Dengan adanya pelatihan cara mengurus keuangan dan rencana pensiun, maka karyawan akan menjadi: Mengurangi stres, akibat masalah keuangan; Mampu bekerja lebih produktif, karena kebutuhan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang sudah terencana; Tidak mudah dirayu dengan suap atau korupsi; Lebih loyal dengan perusahaan, karena rencana karier (career plan) dapat selaras dengan rencana keuangannya; Memberi dampak positif dan membangun budaya yang sehat di dalam perusahaan; Kasbon dan utang-utang bisa berkurang, karena karyawan tahu cara mengurus keuangan rumah tangga, memiliki dana darurat dan asuransi; Karyawan tidak menjadi beban untuk perusahaan, karena karyawan bisa hidup sejahtera saat pensiun.

Pelatihan Keuangan Apa yang Diperlukan?

Jika HRD ingin mengadakan pelatihan keuangan, sebaiknya pelatihan keuangan seperti apa? Di Finansialku.com, kami membagi tiga tahapan dalam keuangan yaitu keamanan keuangan, kenyamanan keuangan dan kebebasan keuangan.  Dalam artikel kali ini, penulis akan menyampaikan dua hal yaitu Keamanan Keuangan dan Kenyamanan Keuangan.

Keamanan Keuangan adalah seseorang dapat memenuhi kebutuhannya selama 12 bulan ke depan (memenuhi kebutuhan jangka pendek).

Bagian-bagian dari keamanan keuangan:

#1 Arus Kas (Cash Flow)
Karyawan harus diajarkan bagaimana cara mengurus keuangan rumah tangga dengan benar. Tujuannya agar karyawan dapat mengelola keuangannya (bukan uang yang mengontrol dirinya).

Jika karyawan tidak mampu mengurus arus kas dengan benar, jadinya: demo meningkatkan gaji, kasbon, utang sana-sini dan lain sebagainya.

#2 Dana Darurat
Dana darurat (emergency fund), karyawan perlu disosialisasi mengenai pentingnya dana darurat untuk kebutuhan yang sifatnya mendadak dan dana cadangan.
Jika karyawan tidak memiliki dana darurat, ujung-ujungnya dana koperasi menjadi dana daruratnya (baca: Kasbon).

#3 Manajemen Utang
Karyawan yang sudah menjadi pekerja tetap, biasanya mulai menata hidup. Pertama mengambil kartu kredit, kredit rumah, kredit mobil, KTA dan lain sebagainya.
Jika karyawan tidak memiliki dasar pengetahuan mengenai kredit (mana yang kredit produktif dan kredit konsumtif), maka orang tersebut dapat tenggelam dalam kredit.

#4 Proteksi dan Manajemen Risiko
Kebanyakan perusahaan telah memberikan perlindungan atau asuransi kesehatan kepada karyawannya.

Karyawan merasa “Saya tidak perlu asuransi tambahan.” Sayangnya asuransi tambahan diperlukan dalam beberapa hal, misal: Antisipasi jika asuransi dari perusahaan tidak dapat meng-cover seluruh biaya berobat; Asuransi dari kantor belum tentu memberikan perlindungan terhadap kebutuhan khusus karyawan, misal kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa, asuransi terhadap penyakit kritis (critical illness); Asuransi dari kantor akan ditutup, jika karyawan keluar atau dikeluarkan dari pekerjaan.

Jika karyawan tidak memiliki dasar pengetahuan mengenai kredit (mana yang kredit produktif dan kredit konsumtif), maka orang tersebut dapat tenggelam dalam kredit.

Kenyamanan Keuangan

Kenyamanan Keuangan adalah seseorang dapat memenuhi kebutuhan jangka menengah (2-5 tahun) dan kebutuhan jangka panjang (>5 tahun).

Setiap orang termasuk Anda, juga pasti memiliki tujuan-tujuan keuangan.  Anda tentunya ingin membeli rumah pertama, menikah, membeli kendaraan, memiliki anak, menyekolahkan anak, menunaikan perjalanan ibadah dan lain sebagainya.

Dengan adanya perencanaan keuangan, Anda seperti memiliki sebuah Google Maps atau Waze untuk keuangan.  Anda memiliki GPS yang mengarahkan apa yang harus dilakukan dengan uang Anda.

Perencanaan Dana Hari Tua (Retirement Plan)

Anda yang saat ini bekerja sebagai seorang HRD, pastinya tahu suatu saat nanti Anda akan merasakan juga yang namanya pensiun. Kira-kira program pensiun apakah yang cocok? Biasanya HRD akan memberikan pelatihan masa persiapan pensiun (MPP) seperti: Psikologi, menghadapi masa pensiun; Pelatihan kewirausahaan atau entrepreneurship dan Pelatihan cara mengelola keuangan.

Beberapa hal yang Anda perlu pikirkan kembali: Apakah Anda bisa memulai usaha (menjadi entrepreneur) saat nanti Anda pensiun? Seberapa besar risikonya?

Apakah benar, uang pensiun yang diterima bisa menghidupi seseorang dari usia pensiun (contoh usia 56) sampai orang tersebut meninggal dunia (misal usia 80 an)?

Daripada melakukan pelatihan masa persiapan pensiun menjelang waktu pensiun (biasanya 5 tahun sebelum pensiun), ada beberapa pendekatan yang lebih manusiawi dan lebih aman.

Dalam perencanaan keuangan, kami menekankan persiapan pensiun tidak cukup 5 tahun. Sebaiknya perencanaan dana hari tua dimulai sejak usia muda (bahkan saat karyawan masuk ke dunia kerja), contoh: Ajarkan karyawan untuk belajar berinvestasi, contoh investasi di saham perusahaan atau reksa dana; Kenalkan karyawan dengan berbagai sumber penghasilan saat pensiun; dan ajarkan karyawan untuk mulai membangun aset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>