Kisah Pensiunan Pegawai Swasta Mendirikan Usaha Omah Wedangan

omah-wedangan-2-823x420Doni Suwandi, 57, mengakui bahwa menjadi pegawai swasta cukup sulit. Bukan saja sulitnya mengenai jaminan kesejahteraan di masa tua, melainkan juga sulitnya akan tantangan di usia senja.Dari hal itu, Doni lantas berpikir agar mampu berbisnis saat memasuki usia pensiun. Jelang pensiun tiba, ia pun menemukan jalan. Ia memilih jalan bisnis kuliner di tengah maraknya kuliner-kuliner resto modern.”Saya mulai buka ini (Omah Wedangan) 1,5 tahun lalu. Pertama buka, saya belum pensiun. Jadi yang ngelola istri saya dulu waktu itu. Begitu saya pensiun, kita sama-sama ngelola tempat ini,” kata pria bekas pegawai Nestle ini, saat ditemui merahputih.com di Omah Wedangan Ejang Putri, Jalan Gambiran, Umbulharjo, DI Yogyakarta.Doni membeberkan, ia memilih kuliner tradisional wedangan karena ia melihat peluang sangat besar. Di Yogyakarta, menurutnya, belum ada satu pun cafe resto yang mengkhususkan menu-menu wedangan. “Jadi di sini istilahnya showroom wedangan,” paparnya.

Menu-menu wedangan yang ia jual merupakan resep turun-temurun keluarganya. Karena itu pula ia menambatkan kata “eyang putri” sebagai namanya. Selain menyatakan kepada pengunjung bahwa resep wedangannya adalah rahasia dari sang eyang putri, baginya nama tersebut diyakini dapat membawa berkah tersendiri.

Ia lantas membuat menu-menu andalan berbagai wedangan khas Semarang, yakni wedang kacang tanah, wedang kacang ijo kupas, wedang ronde, dan wedang roti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>